Cara Sukses Diterima di UCL, Kampus Terbaik ke 8 di Dunia

Setiap tahun QS World University Ranking membuat daftar kampus terbaik dunia. Di tahun 2021 UCL menduduki peringkat ke 10, lalu untuk 2022 sudah ada hasil terbaru yakni UCL naik di peringkat delapan. Bisa diterima di kampus terbaik dunia di Inggris yang notabene merupakan negara maju, memang terdengar sulit. Tapi ini bukanlah suatu hal yang tidak mungkin.

Di post sebelumnya disini, aku sudah share cara detail untuk mendapatkan beasiswa LPDP setelah ditolak berkali-kali. Aku juga share di YouTube aku loh! Cek disini ya. Setelah mendapat beasiswa, kita harus segera apply ke kampus sesuai yang kita daftarkan di LPDP.

Sejak SMA aku bermimpi bisa masuk kampus terbaik dunia, tetapi aku sadar diri tidak cukup mampu masuk Harvard atau MIT hehe. Selain itu memang tidak ada jurusan yang sesuai dengan minat. Setelah oprak-oprek website kampus mulai dari Ivy League, terus ke Oxford, Cambridge, pilihanku jatuh ke UCL. Setelah melewati proses yang panjang setelah mendapatkan beasiswa LPDP, aku pun tidak menyangka bisa diterima di UCL dan sesaat lagi akan berangkat ke Inggris.

Melalui artikel ini, aku ingin berbagi cara untuk bisa menembus UCL. Semoga bermanfaat untuk kamu yang ingin S2 di kampus terbaik dunia!

  1. Cari jurusan yang ingin dipelajari

Banyak orang yang berpikir bahwa proses yang paling sulit adalah ketika menulis essay personal statement. Menurut saya, justru proses paling sulit dan panjang adalah menemukan jurusan yang sesuai dengan minat. Cara pertama yang bisa dilakukan adalah menuju ke website kampus pilih menu “Postgraduate” lalu mencari jurusan di kolom pencarian jurusan. Gunakan berbagai keyword untuk menemukan jurusan sesuai bidang yang ingin dipelajari. Misalnya untuk aku yang ingin belajar komunikasi dan digital media, aku mencari dengan keyword “communication science” lalu “new media” lalu “digital media” lalu langsung keluar jurusan MA Digital Media di UCL.

2. Pelajari modul yang ditawarkan

Ketika sudah menemukan laman situs jurusan/departemen sesuai minat, pelajari silabus atau kurikulum yang ditawarkan. Gali lah isi situs sedalam mungkin. Biasanya tiap jurusan menjabarkan compulsory modules atau modul yang wajib diambil dan optional modules atau bisa dipilih sesuai minat.

Sayangnya, beberapa departemen hanya memberikan informasi dasar seperti judul modul dan deskripsi singkat, tanpa penjelasan yang detil. Kalau begini jangan sedih, mari lakukan investigasi! Carilah alumni jurusan ini lewat jejaringmu, terutama yang di UCL juga atau yang kuliah di Inggris. Atau, bisa juga bertanya ke Persatuan Pelajar Indonesia UK (PPI UK). Selain melakukan langkah ini, aku bahkan mencari informasi di LinkedIN. Ketik saja “Digital Media UCL” di kolom pencarian, lalu akan muncul beberapa orang yang pernah atau sedang berkuliah di UCL. Salah satunya ada seorang pelajar dari China. Karena tidak ada mutual friends dan mungkni hubungan jaringan yang terlalu random/jauh, aku tidak bisa menambahkan dia sebagai teman begitu saja.

Aku harus berlangganan LinkedIN Premium untuk bisa mengirimkan pesan. Ya, memang sedikit keluar biaya sih. Tapi siapa sangka, cara reach out seperti ini sangat efektif. Pesanku ini tak disangka-sangka dibalas dengan sangat elaboratif dan komperhensif. Kami bahkan tidak hanya berdiskusi tentang teknis apply kampus, tapi juga soal substansi personal statement.

Sumber: https://www.ucl.ac.uk/prospective-students/graduate/taught-degrees/how-apply-step-step-guide

3. Pelajari persyaratan atau entry requirement UCL

Sebelum memulai proses aplikasi, coba lihat apa saja persyaratan yang diwajibkan oleh UCL. Cek apakah kamu memenuhi persyaratan dalam hal:

  • Persyaratan latar belakang pendidikan untuk mengikuti perkuliahan. Kalau kita mengambil jurusan S2 yang tidak satu lini dengan jurusan S1 kita, jangan kecil hati. Selama kita mempunyai pengalaman kerja di industri yang berhubungan dengan S2 kita, tonjolkan lah di essay personal statement kita. Aku pun S1 nya hukum, bukan komunikasi. Jadi saat menulis essay, aku menonjolkan pengalaman kerja saat menjadi reporter dan news presenter serta praktisi komunikasi korporat.
  • Persyaratan minimal skor tes Bahasa Inggris atau English language proficiency, jika pada pendidikan kita sebelumnya tidak menggunakan bahasa Inggris. Perhatikan dengan seksama soal ini, karena biasanya tiap jurusan punya aturannya sendiri. Yang saya pelajari, jurusan bahasa dan komunikasi, cenderung mempunyai persyaratan yang lebih tinggi.

Dua persyaratan utama ini penting untuk mengukur diri kita. Secara umum UCL punya standard skor tes Bahasa Inggris yang lebih tinggi. Ambil contoh untuk IELTS. Misalnya di Leeds University, untuk jurusan digital media dibutuhkan skor IELTS 6.5 sementara di UCL harus masuk kriteria Good level atau overall grade of 7.0 with a minimum of 6.5 in each of the subtests. Jujur sedih banget karena skor IELTS aku waktu itu sebetulnya overall 7.5 tapi untuk writing-nya kurang 0.5 alias 6.0. Nyesek yah!

Apakah aku memperbaiki dulu skor IELTS aku baru apply? Setelah bertanya ke beberapa teman, akhirnya aku memutuskan untuk menerapkan strategi apply saja dahulu untuk mendapatkan conditional offer, sambil memperbaiki nilai bahasa Inggris.

4. Cek deadline aplikasi program di UCL

Secara umum, kamu harus mengirim aplikasi sesegera mungkin karena banyak program yang telah menerima murid dan terisi penuh sebelum tenggat waktu. Jika program sudah penuh, aplikasi program akan ditutup.

5. Memulai aplikasi secara online

Jika kamu familiar dengan sistem aplikasi kampus melalui agensi, di UCL hal ini tidak diperbolehkan. Kita harus apply sendiri tanpa bantuan agen. Aplikasi ini harus didukung dengan dokumen di bawah ini:

  • satu atau dua surat rekomendasi dari orang yang bisa mengomentari apakah kamu cocok untuk mengikuti program yang kamu ingin kamu ikuti;
  • transkrip nilai dalam Bahasa Inggris dari kampus S1;
  • hasil tes Bahasa Inggris.

Di masa pandemi ini, UCL memperbolehkan tes Bahasa Inggris dengan online system Duolingo. Cek disini untuk mengetahui persyaratan skor tes Bahasa Inggris dan jenis tes apa saja yang diterima. Aku pun akhirnya mengambil Duolingo. Harusnya, aku mendapatkan overall score of 125 with a minimum score of 115 in Comprehension, Literacy and Conversation and 120 in Production tapi aku justru bisa melampaui ini dengan skor total 140.

Suasana belajar di UCL. Sumber: UCL Website

6. Tunggu pengumuman

Sejumlah penguji menunggu sampai tenggat waktu aplikasi terlampaui sebelum menyeleksi semua dokumen yang masuk atau dibagi dalam gelombang tertentu. Sejumlah penguji mempertimbangkan aplikasi langsung setelah diterima.

Jujur aja, bagi aku, proses menunggu ini cukup lama. Aku apply di bulan Februari 2020 dan baru ada hasil di bulan September, tepat satu minggu sebelum perkuliahan dimulai. Akhirnya aku mengajukan defer untuk kuliah di tahun 2021.

7. Membayar tuition fee deposit

Jika diterima, ada kemungkinan kita diharuskan membayar tuition fee deposit. Namun kalau sudah mengantongi beasiswa, kita bisa mengirimkan Letter of Guarantee agar terhindar dari kewajiban membayar tuition fee deposit ini.

Kira-kira beginilah tahapan dari apply kampus di UCL, mulai dari persiapan hingga mengirimkan aplikasi dan diterima. Apakah kita harus kuliah di kampus terbaik di dunia? Tidak harus. Apakah akan worth it? Aku yakin sih, kita tunggu ceritaku selanjutnya yah! 🙂

Cheers, Nadia Atmaji

Let’s be friends on social media:

Follow me on Instagram @nadiaatmaji

Follow me on Twitter: @nadiaatmaji

Subscribe my YouTube here