Pengalaman Urus Paspor Online Keluarga Saat Pandemi

Gara-gara pandemi, paspor nganggur di rumah, sampai-sampai tidak sadar kalau masa berlakunya sudah lewat. Hayo.. Siapa yang kayak gini juga? Berhubung tahun 2021 ada urusan yang mengharuskan pakai paspor, baru deh disentuh lagi paspornya. Tahapannya cukup mudah untuk mengganti paspor. Pertama, saya perlu mendaftar melalui aplikasi Paspor Online.

Book jadwal di aplikasi Paspor Online

Awalnya saya sangat skeptis dengan aplikasi buatan pemerintah. Tapi setelah dicoba, ternyata tidak sulit. Saya hanya perlu memilih kantor tempat pengurusan paspor, booking hari sesuai ketersediaan kuota, lalu scan paspor lama saya. Dalam satu kali pendaftaran, saya sekaligus mendaftarkan suami, anak dan ibu saya.

Sayangnya di aplikasi itu tidak dijelaskan dokumen apa yang harus dibawa. Jadi setelah itu saya berselancar di internet untuk mencari tahu.

Dokumen pengurusan paspor

Dokumen yang harus disiapkan untuk penggantian paspor (perpanjangan) adalah cukup membawa paspor lama dan E-KTP. Untuk anak, berhubung paspor pertama maka lebih banyak dokumennya yaitu akte lahir anak, akte nikah orangtua, Kartu Keluarga dengan nama anak sudah tercantum, KTP dan paspor orangtua, surat izin orang tua (butuh materai 1 lembar). Seluruh dokumen ini harus sudah difotokopi yaa!

Tahapan di kantor imigrasi

Di aplikasi, saya mendapatkan waktu pembuatan paspor di jam 8.00 – 9.00 WIB. Saya datang tepat waktu dan diminta mengambil nomor antrian.

Setelah itu saya diminta mengisi form Perdim. Setelah itu secara berturut turut saya, suami, anak dan ibu saya dipanggil untuk verifikasi dokumen, wawancara, foto dan perekaman sidik jari.

Saat wawancara, petugas menanyakan tujuan pembuatan paspor. Petugasnya juga menanyakan tipe paspornya. Saya memilih e paspor agar bisa terhindar dari antrian di bandara. Hihi.

Yang paling seru adalah saat foto paspor anak saya. Pihak imigrasi menyediakan kain putih untuk menjadi latar berfoto. Hihihi..

Biaya pembuatan paspor

Setelah itu saya diberi invoice berisi tagihan biaya pembuatan e paspor sebesar Rp 650.000 yang bisa dibayarkan via Mandiri m-banking! Sungguh mudah. Hanya saja, paspor tidak bisa langsung jadi yakni butuh waktu 3 hari kerja.

Secara umum, pengalaman memperpanjang paspor ini sangat mudah, sekitar 1 jam saja. Prosesnya terbilang cukup aman di tengah pandemi karena pendaftar harus duduk dengan jarak saat menunggu.

Bravo Ditjen Imigrasi Kemenkumham! Semoga kualitas pelayanan keimigrasian bisa terus ditingkatkan ya.