Tips Sukses Menjadi Moderator Acara Online

Seringkali orang menganggap remeh tugas seorang moderator, padahal menjadi moderator adalah tugas yang berat! Butuh bukti? Sederhana saja, ketika kita menyaksikan seminar dengan moderator yang terlihat tidak memahami topik dan bertanya pertanyaan yang membosankan, tentu kita ingin cepat-cepat keluar ruangan. Tapi kalau moderatornya cerdas dan bertanya dengan kritis, topik yang semula membosankan dan berat pun bisa dinikmati.

Lantas apa tips sukses menjadi moderator? Persiapan yang matang.

Beneran deh. Keliatan kok mana moderator yang udah riset dengan yang semata-mata mengandalkan bakat public speaking aja alias spontanitas. Menurutku, menjadi moderator tidak bisa mengandalkan spontanitas. Seberapapun ahlinya dan tingginya jam terbang seorang moderator, ia tetap harus mempersiapkan dengan matang. Senior-senior aku dulu di Metro TV aja saat menjadi moderator tetap melakukan persiapan dengan matang kok. Padahal pengalamannya udah banyak banget. Jadi, jangan malas ya!

Oke langsung aja deh kita masuk ke langkah-langkah persiapan menjadi moderator.

  1. Kepoin pembicara dan topiknya
    1. Kalau lagi dapat topik yang kita pahami dan sukai, bagus! Kamu beruntung. Tapi bersiaplah pada keadaan yang sebaliknya. Aku pernah dapet topik tentang penulisan naskah film dengan pembicara yang aku gak familiar: Yandy Laurens. Padahal kalau di dunia penulisan naskah film, nama dia gak asing karena dia lah yang menulis naskah film “Keluarga Cemara” sebuah series masa kecil generasi 90 yang sangat amat legendaris. Jadi, apa yang aku lakukan? Aku coba kepoin topik ini dengan sesimpel ngetik di Google, “penulisan naskah film yandy laurens”. Aku baca semua artikel pemikiran si Yandy soal topik ini, lalu kutontonin semua talkshow dia.
    1. Setelah itu, coba tonton atau simak karyanya. Jadi, aku waktu itu nonton Keluarga Cemara sama Youtube series-nya Yandy yang “Sore” dari Tropicana Slim. Iyaa, itu film buatan si Yandy.
    2. Saat kepo, catat poin-poin menarik dan draf pertanyaan yang kamu akan ajukan ke Yandy. Waktu itu sih aku kepikiran untuk nanya pengalaman dia saat menyusun naskah Keluarga Cemara. Beban gak sih ngangkat film yang sebelumnya itu merupakan sinetron di tahun 90an yang terkenal banget?
    3. undefined
  2. Susun cue card moderator
    1. Cue card ini berbeda dengan susunan acara/rundown ya. Kalau rudnwon itu hanya ada kolom waktu dan isi acara. Tapi kalau cue card itu ada kata per kata yang akan kita omongin saat acara. Contekan yang bisa membantu kelancaran berbicara kita.
    2. Urutannya, kamu perlu membuka talkshow dengan perkenalan diri. Jangan sampe lupa ya! Lalu kamu perlu mengenalkan pembicara dan topik yang akan dibahas. Gimana cara memperkenalkan pembicara yang baik? Banyak moderator yang malas dengan hanya membacakan ulang CV pembicara. Seringkali CV ini baru dia dapet 5 menit sebelum acara, jadi gak sempet dia baca. Alhasil CV pembicara yang berhalaman-halaman itu dibacain semua, atau dia pilih-pilih tapi bukan yang “gong”-nya si pembicara. Aku pribadi sih lebih pilih bacain short bio. Tapi kalau ada proyektor/LCD boleh juga dibikin presentasi yang unik. Ini bikin pembicara seneng juga loh.
    3. Merangkum poin penting pemaparan pembicara, ajukan pertanyaan dan bukalah sesi tanya jawab.
    4. Menutup acara talkshow dengan mengucapkan terima kasih pada pembicara atas diskusi yang sangat menarik. Kasih satu kalimat penutup tentang diskusi tadi, dengan punchline yang gak diduga. Coba liat contoh di bawah, waktu itu sih pecah banget pada ngakak pas aku kasih closing statement begitu. Kuncinya sih relatable sama kondisi banyak orang di ruangan acara. Lalu buat seru-seruan, kalau bisa coba persembahkan sebuah pantun untuk pembicara.
    5. undefined
  3. Lafalkan cue card yang sudah disusun
    1. Sebelum naik panggung, setidaknya kamu cobain baca cue card yang udah kamu susun sekali aja. Kamu bisa ngebayangin di depan kamu ada audiens dan intonasi seperti apa yang kamu akan pakai. Kalau punya pacar, coba latihan di depan mereka. Kalau ga ada, jangan sedih lah, sama sodara atau orang tua juga bisa kan.. :))
  4. Contoh cue card kayak gimana?
    1. Aku pernah berkesempatan menjadi moderator untuk talkshow dengan Mbak Dian Sastrowardoyo. Asli sih deg-degan banget. Makanya aku risetnya bener-bener dalem. Selain nontonin dan baca semua wawancara media sama beliau, aku juga kepoin instagram dia dalam 2 minggu.
Pembukaan
Merangkum paparan pembicara dan membuka sesi tanya jawab
Penutupan acara talkshow

Pada era new normal akibat Covid-19, acara online saya prediksi masih akan menjadi opsi utama perusahaan, kampus dan penyelenggara acara apapun secara umum. Jika kalian tidak pernah membayangkan sebelumnya bisa menjadi moderator sebuah acara offline, menjadi moderator acara online adalah waktu yang tepat untuk berlatih. Kok bisa? Anda hanya perlu mengasah 3 keahlian prioritas yakni intonasi, kelancaran dan riset.

Kemaren Ibook Endang aja bisa loh jadi moderator acara online Dharma Wanita Persatuan se Indonesia. Aku bikinin dia malem, dengan berbekal rundown yang dia kasih ke aku.

Jangan lupa pakai masker guys! Masker ibu bisa dibeli di @mainadcollection

Jadi bagaimana teman-teman? Sudah siap menjadi moderator? Minimal di masa transisi PSBB ini jadi moderator sekali di acara online kantor lah. Siap menerima tantangan saya? Coba praktekin cue card tips aku terus share pengalaman kalian jadi moderator. Tolong tag aku di instagram ya @nadiaatmaji dan pasang hashtag #TipsNadski.

Selamat mencoba, teman-teman! 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s