Review Kelas Menyusui Online Teh Zahra Khayra

Waktu lagi hamil gede, beberapa teman menyarankan untuk mulai cari tahu soal menyusui. Udah gitu di media sosial beredar foto isi kulkas penuh dengan botol dan plastik ASIP. Emang gimana sih cara menyusui? Ada dramanya kah? Jujur kupikir awalnya nyusu itu ya proses natural yang setiap ibu pasti bisa melewatinya. Jadi waktu itu aku tetep fokus prenatal gentle yoga aja biar bisa melahirkan minim trauma.

Sampai pada suatu hari aku melihat Instagram Story seorang teman, Mbak @yeniagustina yang tengah mengikuti Kelas Menyusui Online (@kelas.menyusui.online). Saat itu aku jadi teringat temanku yang punya anak usia enam bulan, dulu juga ikut kelas yang sama pada saat ia hamil. Saat kutanya apakah aku harus ikut kelas itu juga, mereka mengatakan “Ikut aja Nad, mumpung masih hamil juga”. Ibu hamil seringkali mempersiapkan segala hal untuk lahiran tapi trimester empat sering terlupakan. Trimester 4? Iya, waktunya menyusui si bayi. He he he.

Akhirnya aku mendaftar kelas, dengan biaya Rp 289.000 untuk kelas selama satu bulan di bulan Ramadhan. Awalnya aku mikir, lumayan juga ya kelas online doang biayanya segitu. Tapi ternyata isi kelasnya lengkap banget!

Dalam sebulan itu, ada kelas orientasi (live via Zoom), 5 materi dalam bentuk video YouTube yang dibagi dalam 7 sesi. Serunya, ada sesi live tanya jawab tiap selesai satu materi. Jujur sesi tanya jawab ini paling aku tunggu karena aku jadi tahu pengalaman peserta lain yang sudah lebih senior alias sudah praktek menjadi ibu menyusui (busui). Jadi pertanyaannya based on real case mereka, yang membuat aku jadi kebayang drama-drama apa yang bakal terjadi. Meski ga akan menutup kemungkinan aku mengalami drama juga, at least udah siap mental lah ya dan tahu apa yang harus dilakukan.

Lantas apa manfaat dan kesan yang kudapat dari Kelas Menyusui Online ini?

  1. Video materi sangat detil dan komprehensif
    1. Pengajar dari kelas ini adalah seorang konselor laktasi bernama Zahra Khayra. Biasa dipanggil Teh Zahra, ia memulai kelasnya dengan cerita drama menyusui versinya. Awalnya ia menyusui tapi putingnya lecet, ternyata karena anaknya mengalami tongue tie. Sebuah kondisi dimana tali lidah tidak normal, menyebabkan anak tidak optimal saat mendapat ASI secara direct breastfeeding atau nenen.
    2. Materi dibagi dalam 5 kelas, yakni: Persiapan Menyusui, Dasar-Dasar Menyusui, Problematika Menyusui dan Solusinya, Manajemen ASI Perah, dan Cara Menyapih.
    3. Materi yang diberikan didasari penelitian terbaru dan pengalaman nyata dari para alumni KMO.
  2. Banyak ilmu baru yang didapat
    1. Di kelas persiapan menyusui dijelaskan bahwa saat lahiran usahakan utnuk melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) minimal 1 jam dan rawat gabung (rooming in). Hal ini sebaiknya dipastikan saat memilih rumah sakit tempat untuk bersalin. Tujuannya apa? Untuk bonding awal antara ibu dan anak dan memberi antibodi pada bayi. Teh Zahra juga menjelaskan betapa bergizinya ASI dan kondisi idealnya diberikan dengan cara direct breastfeeding. Sebagai konselor laktasi ia juga menjelaskan hal-hal negatif dari susu formula dan penggunaan dot. Bagusnya, Teh Zahra tidak menghakimi pilihan seorang ibu yang harus menggunakan sufor, karena emang ada kondisi medis tertentu yang membuat ibu tidak bisa memberi ASI.
    2. Sementara itu pada dasar-dasar menyusui, aku jadi tahu bahwa ada tiga komponen yang menentukan produksi ASI yaitu hormon prolaktin, hormon oksitosin dan konsumsi air. (minimal 4 liter per hari loh!) Terus prinsip ASI itu semakin sering diperah, semakin banyak produksinya. Jadi para busui harus disiplin dalam memerah payudara. Terus, kunci dari kesuksesan menyusui adalah posisi dan pelekatan yang harus dilatih tanpa lelah antara ibu dan bayi.
    3. Nah mulai seru itu di kelas ketiga yakni problematika menyusui mulai dari puting lecet, payudara bengkak, mastitis, abses, lip tie, tongue tie, relaktasi, dan lainnya. Disini juga dikasih solusi-solusinya gimana.
    4. Kelas 4 dan 5 dilaksanakan secara bersamaan, yakni tentang manajemen ASI perah yang sangat berguna untuk working mom dan tentang menyapih dengan cinta. Katanya sih kalau disapih dengan cinta, anak akan lebih mandiri nantinya.
    5. Yang kujabarin di atas hanya sebagian kecil ilmu yang kudapat yah, aslinya mah jauh lebih buanyak banget. Soalnya tiap sesi bisa 2 sampe 2,5 jam durasi materi videonya!
  3. Sesi tanya jawab yang panjang
    1. Sesi tanya jawab ini digelar live via Zoom. Peserta bertanya dengan fitur chat lalu teh Zahra menjawab lewat audio.
    2. Teh Zahra menjawab semua pertanyaan dari para peserta. Benar-benar SEMUANYA. Jadi dalam sekali sesi tanya jawab, bisa 2 jam sendiri tuh. Aku sih pertanyaannya standar ya, sesuai materi aja. Tapi busui lain bisa detil banget pertanyaannya.
  4. Ada tugas tiap pertemuan
    1. Jadi tiap kelas selesai, Teh Zahra akan memberikan tugas untuk para peserta. Tujuannya apa? Hanya peserta yang mengerjakan tugas sesuai aturan lah yang akan mendapat sertifikat dan gabung grup busuisister. Di grup ini katanya sih bakal ada kelas pijit laktasi gratis. Jadi ga perlu manggil orang untuk pijit laktasi tapi bisa sendiri aja.
    2. Menurutku tugasnya gak berat, tapi bikin kita merhatiin seisi video yang udah kita tonton.
  5. Bonding dengan MzBZ sang suami
    1. Sejak awal daftar kelas ini, suami aku udah kuwanti-wanti untuk ikutan kelas ini juga. Soalnya, kunci dari keberhasilan menyusui ini salah satunya juga adalah peran suami. Memang dia tidak bisa kasi nenen ya ke anak, tapi dia bertanggungjawab membangun lingkungan kondusif untuk istri meng-ASI-hi sang anak. Misalnya bantu beres-beres rumah kalau istri capek, bagi tugas piket malam mengurus bayi, menemani ibu memberikan ASI dan tentunya dukungan psikologis.
    2. Sekarang kesadaran untuk tidak menggunakan dot juga dimiliki oleh suamiku, jadi kita sama-sama berkomitmen untuk memberikan yang terbaik untuk baby.
Perjalanan kehamilan terasa menyenangkan bersama suami yang mendukung

Jadi kesimpulannya secara umum ku menilai kelas ini sangat bagus. Bangga dan senang sekali bisa ikut Kelas Menyusui Online angkatan 19. Tidak berlebihan kalau aku bilang kelas ini worth it banget untuk diikuti.

Merawat anak bukan hanya tugas ibu tapi juga tugas bersama dengan sang ayah

Tiap hari rindu pada si bayi dalam perut semakin membuncah dan sedikit terobati saat melihatnya di USG rumah sakit. Semakin besar usia kandungan, perut semakin tidak nyaman, sekujur badan pegal, kaki bengkak, seringkali dada pun sesak. Rasa-rasanya, hidup akan tambah bahagia sekali ketika bayi sudah lahir. Terima kasih ya, nak, sudah memilihku dan MzBz untuk menjadi orangtua mu. Doaku tiap sepertiga malam, agar Allah menguatkan fisik dan mental kami berdua untuk merawatmu, terutama memberikan hak mu untuk mendapat ASI dengan kemampuan terbaikku. Amin..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s