2018 Tahun Ekonomi, 2019 Tahun Politik?

Riuh rendah jagat politik tanah air terjadi di tahun 2018, mulai dari pergantian ketua DPR RI hingga penentuan pasangan calon presiden dan wakil presiden di Pemilu 2019. Namun ternyata hal ini tidak membuat isu politik paling dominan menempati halaman muka media cetak nasional. Rasanya tidak berlebihan jika menilai halaman muka adalah pengejawantahan redaksi perusahaan media atas isu yang paling penting dan menarik. Berdasarkan penelitian harian Kompas, ternyata sebanyak 20,48% pemberitaan utama bertema ekonomi, dikuti tema politik dengan 18,26% dan hukum dengan persentase yang sama.

Dominasi berita ekonomi ini salah satunya dikontribusikan oleh perhelatan internasional berupa pertemuan tahunan International Monetary Fund – World Bank Group di Bali pada bulan Oktober 2018 silam. Topik utama yang menggema pada pertemuan tahunan ini adalah perang dagang Amerika Serikat dengan Tiongkok. Ketika meliput langsung disana, saya merasakan usaha yang begitu keras dari Managing Director IMF Christine Lagarde dalam meyakinkan masyarakat internasional bahwa “things will get better“. Lagarde dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya kerjasama antarnegara dan tidak mengikuti jejak Amerika Serikat dalam berinklinasi ke arah proteksionisme. Selain isu global, di forum ini Lagarde juga membahas bagaimana Indonesia bisa mengoptimalkan kerjasama dengan negara lain terutama dalam kerangka ekspor-impor.

Beberapa orang percaya bahwa suatu negara tidak boleh bergantung pada negara lain dalam hal mengimpor barang; karenanya pemerintah harus membangun situasi di mana negara mengimpor barang sesedikit mungkin. Saya tidak setuju dengan pendapat ini karena ekspor dan impor harus seimbang.

Saya pribadi berpikir bahwa tidak ada negara yang bisa bertahan tanpa kerja sama dengan negara lain. Di era globalisasi, perdagangan luar negeri adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari dan tidak boleh dihindari. Jumlah saldo impor dan ekspor akan terpengaruh untuk memastikan stabilitas. Jika impor melebihi ekspor, negara memperoleh hutang dan menjadi sangat tergantung pada orang lain. Begitu pula sebaliknya, jumlah ekspor yang besar hanya berarti manajemen yang buruk dari apa yang kita hasilkan dari negara lain untuk melayani masyarakat secara efisien. Ini adalah pemborosan sumber daya dalam kasus ini.

Namun, pemerintah harus mempertimbangkan untuk mengekspor lebih banyak barang daripada mengimpor untuk mendukung produk lokal agar go international. Jelas itu bukan target yang mudah, jadi untuk meningkatkan motivasi industri nasional untuk bersaing dengan negara lain, pemerintah harus membantu mereka. Bantuan tersebut bisa untuk meningkatkan kualitas produk dan memasarkannya.

Dalam sebuah pertemuan dengan chief executive officer di Jakarta pada bulan Desember 2018, Jokowi meminta perusahaan menyetop ekspor bahan mentah. Para pengusaha diminta membangun industri dengan teknologi sehingga, misalnya bauksit, sebaiknya diolah terlebih dulu menjadi aluminium baru di ekspor.

Pengusaha tentunya mau menanamkan modal untuk teknologi jika arah pembangunan negara juga ditujukan ke arah yang sama. Para pengusaha seharusnya dibantu dengan kemudahan berinvestasi dan diperlakukan layaknya pahlawan ekonomi karena turut membangun negeri. (Suryopratomo, Media Indonesia 5 Desember 2018)

Kesimpulannya, impor dan ekspor sama pentingnya untuk mencapai ekonomi yang stabil tetapi pada saat yang sama harus ada rencana yang kuat untuk membantu para pelaku bisnis meningkatkan kualitas produk mereka untuk menembus pasar global.

Saya meyakini isu ekonomi tidak akan pernah benar-benar hilang dari tiga besar isu utama di Indonesia. Namun tahun 2019 nanti nampaknya akan lebih dominan isu politik karena Pemilu serentak. Persoalan impor saja sudah jadi gorengan salah satu pasangan calon yang berjanji tidak akan impor dan swasembada pangan. sesungguhnya janji memang bukan hal yang haram dalam berpolitik. Kini masyarakatnya yang harus lebih kritis, apakah mungkin sebuah negara hidup tanpa impor?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s