Suka Duka Liputan Monitor Mudik Metro TV 2018

Mudik biasanya dimanfaatkan untuk bertemu dengan keluarga di rumah. Skenario ideal ini jarang sekali terjadi pada alur hidup jurnalis. Bahkan ada banyak kaos yang bertuliskan “Jurnalis gak boleh mudik”. Idiom “kalender jurnalis itu hitam semua tanggalnya” alias gak ada libur pun kerap menggaung menuju lebaran. Ah gak sesadis itu kok.  Kami tetap punya hari libur, hanya saja teralienasi dari mayoritas. Jelang hari lebaran, saya dipercaya memberikan informasi arus lalu lintas pada para pemudik yang lewat di jalur Pantura.

Layaknya dua sisi koin, ada suka dan duka dalam tiap penugasan liputan. Di tahun 2018 ini, saya mendapat tugas di Palimanan, Jawa Barat. Jalur yang tidak seramai Cikampek, namun krusial karena ada tol Cipali (Cikampek-Palimanan) yang sangat panjang yakni 116 kilometer, dan tol Palikanci (Palimanan-Kanci) sepanjang 28,8 kilometer.  Di sisi lain jalur Pantura juga masih jadi pilihan pengendara motor.

Enaknya suka dulu apa duka dulu ya? Sukanya dulu deh.

Suka

Meliput fenomena tahunan

Entah tahun berapa budaya mudik dimulai. Yang jelas mudik adalah salah satu kegiatan besar yang dipertanggungjawabkan oleh lintas lembaga dan kementerian, diamankan TNI Polri Satpol PP, dan tentunya diikuti jutaan warga Indonesia. Kegiatan besar ini mendapat sorotan besar dari publik. Mengapa orang mudik? Menurutku mudik adalah salah satu cara merawat kebersamaan keluarga, bahwa merajut masa depan bisa lebih mudah jika dilewati dengan bahu membahu bersama sanak saudara.

Kulineran dan wisata daerah

WhatsApp Image 2018-06-23 at 10.08.46 PM
Empal asem dan empal gentong
WhatsApp Image 2018-06-23 at 9.48.26 PM (5)
Makam Sunan Gunung Jati
WhatsApp Image 2018-06-23 at 9.48.25 PM (1)
Batik Trusmi

Warga Indonesia patut bersyukur mempunyai beragam bumbu dapur, rempah-rempah, yang memperkaya cita rasa kulinernya. Saat liputan jalur pantura ini, kami menginap di Cirebon. Kulinernya mantap sekali guys! Ada banyak sih sebenarnya, tapi yang wajib setidaknya tiga: EMPAL GENTONG, EMPAL ASEM, SATE KAMBING. Memang ada banyak sekali opsi tapi saat itu saya hanya mencoba yang di Haji Apud dan Haji Jete. Sementara itu untuk wisatanya harus ke Trusmi dan ke Makam Sunan Gunung Jati!

Menyaksikan kebiasaan masyarakat

WhatsApp Image 2018-06-23 at 9.48.26 PM (3)

Gerbang tol Palimanan tempat kami live report, dekat dengan permukiman warga. Untuk bisa mendapat gambar dari atas, kami harus mengambilnya dari jembatan. Di jembatan ini, kerap kali kami berdesakan dengan warga. Terutama di waktu jelang buka puasa. Mereka ngabuburit sambil beli cilok, naik odong-odong, dan sekedar melihat mobil-mobil yang terus menerus melintas di gerbang tol.

Duka

Tidak puasa dan berlebaran dengan keluarga

WhatsApp Image 2018-06-23 at 9.46.04 PM

WhatsApp Image 2018-06-23 at 9.46.03 PM (1)
Bersama PLT Bupati Cirebon
WhatsApp Image 2018-06-23 at 9.46.04 PM (5)
Mohon maaf lahir batin dari Tim Palimanan
WhatsApp Image 2018-06-23 at 9.46.03 PM
Gegayaan menatap masa depan hahaha

Shalat Ied di lebaran hari pertama adalah momen yang sangat sakral dan dinanti. Selepas subuh ibu akan berteriak “Yoo siap-siap yoo terus makan, cepet berangkat, supaya dapet shaf di masjid.” Maklum, masjid akan jauh lebih ramai dibandingkan hari biasa. Setelah shalat, anak akan menyalami orang tua, memohon maaf atas timbunan kesalahan dan kealpaan. Sayangnya para jurnalis yang bertugas di lapangan hanya bisa menyaksikan keluarga-keluarga lain melakukan hal tersebut. Untung aja ada video call. Kami pun bisa terhubung dengan keluarga meski tidak bertatap langsung.

Panas-panasan dan dinyamukin

Secara geografis, Cirebon berada dekat dengan garis pantai. Bener-bener deh panasnya luar biasa. Kalau kedapetan siaran langsung siang-siang, harus banget pake sunblock. Gak boleh ketinggalan! Untuk siang hari, paling banyak kendaraan melintas di jam 09.00-12.00 WIB. Sementara itu kalau malam, nyamuknya banyak banget. Sayang aku terlalu manis jadi kerap diserang nyamuk. Hiks!

Itulah tadi kurang lebih suka duka liputan mudik. Tapi yang lebih dominan suka-nya sih. Kayaknya karena tim-nya asik. Field Producer Ary Nugroho, Admin Olist Pasha, Camera Person Yohanes Don Bosco, Aries Setiawan, rekan Reporter Soza Hutapea, editor Tatu Mulyana, kru dan driver SNG Alex, Amri, Waluyo, Amin, driver liputan Melky dan Hasan, sekuriti Ali Wahidin dan kontributor Cirebon Faisal.

WhatsApp Image 2018-06-23 at 10.08.45 PM (1)
Bersama Kapolres Cirebon AKBP Suhermanto
WhatsApp Image 2018-06-23 at 10.08.45 PM
Bersama Kakorlantas Polri Irjen Pol Royke Lumowa

Jurnalis juga tidak pernah sendiri. Selalu ada polisi-polisi yang menemani–pejuang lebaran tanpa keluarga. Hehe.

Bagi yang baru mau jadi jurnalis, siapkan mentalmu! 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s