20 Jam Peliputan yang Mencekam di Kericuhan Mako Brimob

Hari Rabu 9 Mei 2018 seharusnya aku liputan di DPR, aku sudah merencakan pertanyaan yang akan kuajukan untuk Gubernur Nusa Tenggara Barat Tuan Guru Bajang yang akan bertemu Zulkifli Hasan, ketua MPR yang juga merupakan ketua umum Partai Amanat Nasional.

Tapi satu kalimat instruksi dari Koordinator Liputan bisa merubah segalanya. Aku harus liputan ke kericuhan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Hari Rabu yang sudah kubayangkan akan liputan santai, ternyata harus diwarnai dengan live berturut-turut program berita mulai dari Metro Siang, Headline News 12, Headline News 15, Headline News 16, Metro Hari ini, Breaking News hingga Top News.

Entah mengapa perjalanan ke Mako Brimob menemui banyak halangan. Selain macet yang luar biasa, sesampainya di lokasi ternyata jalan sepanjang 1 kilometer menuju Mako Brimob ditutup. Kerusuhan telah terjadi sejak semalam sebelumnya, tepatnya Selasa 8 Mei 2018. Namun, jalanan masih ditutup, polisi masih berjaga ekstra ketat di sekitar lokasi. Kami yang berusaha melewati penjagaan ini pun diusir. Akhirnya kami memutar lewat Cijantung, di sisi masuk Mako Brimob yang lain.

Selang 15 menit setelah tiba di Mako Brimob aku sudah dimintai laporan langsung oleh kantor. Awak media hanya bisa melaporkan kerusuhan dari dekat halte bus Mako Brimob. Halte ini berjarak 100 meter dari gerbang depan Mako.  Namun dari kejauhan aku bisa melihat ada mobil taktis barakuda dan kawat berduri di depan gerbang depan Mako. Polisi brimob lengkap dengan senjata laras panjang, helm dan rompi berjaga dimana-mana.

Usai live pukul 15, tiba-tiba Karopenmas Mabes Polri Brigjen M. Iqbal memberi keterangan resmi terbaru, yang menyatakan bahwa kerusuhan disebabkan soal makanan. Namun ketika aku menanyakan soal penyanderaan, M. Iqbal tidak bisa menjawab. Ia tidak menampik atau mengiyakan.

Beberapa jam kemudian Karopenmas mengiyakan adanya penyanderaan. Lima polisi gugur sementara satu polisi disandera. Usai konpers ini, jenderal bintang satu ini meminta awak media mengarah ke gerbang depan Mako Brimob. Kupikir kami akan diajak masuk ke TKP. Ternyata kami terus berjalan, diminta berkumpul di Direktorat Satwa. Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto akan menggelar konferensi pers. Untuk masuk ke dalam direktorat tersebut, kami harus menunjukkan KTP dan kartu identitas media kami. Polisi yang berjaga di gerbang mengambil foto kedua kartu ini.

Belakangan ku tahu bahwa arahan ini bukan sekedar untuk menggelar konpers. Ada sejumlah wartawan yang menduga hal ini disebabkan oleh suatu kejanggalan. Ada seorang bertopi jepang menggunakan masker dan kacamata hitam yang mengambil foto wartawan diam-diam. Untuk apa?

Semakin malam, suasana semakin mencekam. Divisi humas Polri kembali menggelar konpers. Kali ini mereka mendeskripsikan luka lima bhayangkara terbaik yang gugur akibat kerusuhan di dalam mako. Empat petugas luka cukup dalam di leher, satu ada luka tembakan. Sekujur tubuh mereka luka-luka. Kelima polisi ini langsung mendapat kenaikan pangkat luar biasa anumerta. Mereka adalah:

  1. Brigadir Luar Biasa Anumerta Fandi Setyo Nugroho , sebelumnya Brigadir Satu (Briptu)
  2. Brigadir Satu (Briptu) Luar Biasa Anumerta Syukron Fadhli, sebelumnya Brigadir Dua (Bripda)
  3. Brigadir Satu (Briptu) Luar Biasa Anumerta Wahyu Catur Pamungkas, sebelumnya Brigadir Dua (Bripda)
  4. Inspektur Satu (Iptu) Luar Biasa Anumerta Yudi Rospuji Siswanto, sebelumnya Inspektur Dua (Ipda)
  5. Ajun Inspektur Dua (Aipda) Luar Biasa Anumerta Denny Setiadi, sebelumnya Ajun Inspektur Satu (Aiptu)

Namun, masih ada 1 polisi yang disandera, Bripka Iwan Sarjana.

Irjen Pol Setyo Wasisto berjanji dalam 1 jam ke depan akan ada dokter yang datang untuk memberi penjelasan lebih detil soal luka para korban jiwa. Namun ditunggu-tunggu hingga pukul 10 malam, tak juga ada tanda-tanda dokter datang. Justru malam semakin gelap pekat. Ternyata pemadaman tengah dilakukan di kompleks rutan brimob yang masih berada di kawasan yang sama dengan direktorat satwa tempat kami berada.

Penjagaan pun semakin ketat, ketika aku shalat maghrib, ada 3 polisi bersenjata lengkap menjaga musholla. Di sekitar direktorat satwa juga ada anjing K-9. Suasana semakin menegangkan ketika anjing-anjing di kandang yang jaraknya tak jauh dari media center, terus menggonggong. Selain itu, penjagaan di gerbang direktorat diperketat, karena tim patroli malam mengalami sedikit proses interogasi. Kami yang di dalam harus menjemput mereka untuk bisa masuk.

Selentingan kabar beredar bahwa polri akan meminta bantuan TNI dan menggelar operasi bersama-sama, melakukan penetrasi, alias cara-cara kekerasan. Hingga pukul 12 malam hal tersebut tidak terjadi.

Banyak kawan yang melihatku live report dan memintaku berhati-hati. Ini juga membuatku deg-degan dan extra waspada.

Tak lama kemudian, kami mendapat kabar bahwa Bripka Irwan Sarjana telah bebas dari penyanderaan selama lebih dari 24 jam. Dari foto yang beredar, ia mengalami luka di sana sini. Sukurlah ia selamat.

Namun rutan blok A, B, C ini masih dikuasai para napi teroris.

Setelah hampir 20 jam di Mako Brimob, aku dan kameramenku serta tim liputan lain kembali ke mobil untuk pulang ke kantor. Kami harus berjalan sekitar 500 meter menembus dingin malam, menuju gerbang.

“Mau kemana mbak, mas?” ujar petugas dengan singkat dan tegas.

“Pulang pak,”

“Gak balik lagi kan berarti? Soalnya udah gak boleh lagi,”

“Iya pak, terimakasih,” ujar kami.

Jalan menuju mobil sangat gelap, aku tak kuasa untuk melihat sekeliling seperti kota mati.

Aku tak kuasa pula membayangkan pada hari berikutnya ada polisi penjaga mako yang tewas ditusuk orang tidak dikenal.

Tuhan, limpahkan kami kekuatan. Tunjukkan para simpatisan dan teroris ini kesadaran. Percayalah kami tidak gentar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s