Kursi DPR Setnov Buat Siapa?

Setya Novanto diketahui merekomendasikan rekannya, Aziz Syamsuddin untuk menggantikan posisinya sebagai pucuk pimpinan wakil rakyat. Namun internal fraksi Golkar bergejolak akibat rekomendasi Setya Novanto ini. DPR pun memutuskan pelaksana tugas sementara Fadli Zon sambil menunggu putusan fraksi partai beringin.

Setya Novanto akhirnya menyatakan pengunduran diri dari kursi Ketua DPR. Namun dari balik jeruji KPK, Setya Novanto mengirimkan surat rekomendasi agar rekannya Aziz Syamsuddin menggantikan posisinya di pucuk pimpinan wakil rakyat. Internal fraksi partai beringin pun bergejolak. Surat Setnov seakan tak layak lagi didengar.

Lebih dari 50 anggota fraksi partai Golkar diketahui membubuhkan tanda tangan guna menolak Aziz Syamsuddin menduduki kursi Ketua DPR, menggantikan Setya Novanto. Kekisruhan berlanjut saat rapat badan musyawarah atau bamus. Suara anggota di bawah naungan fraksi pohon beringin ini tak sepakat. “Penolakan ini bukan kepada individu, tapi lebih kepada proses. Pergantian telah dilakukan tanpa persetujuan pleno, seakan dilakukan oleh sekelompok orang dibalik layar, ini kan tidak benar,” ujar politikus muda Golkar yang ikut menandatangani penolakan pada Aziz, Dave Laksono.

Menurut Undang Undang MPR, DPR, DPD dan DPRD atau MD3, diatur dalam pasal 46 bahwa jika seorang pemimpin berhenti maka DPR akan segera melakukan pergantian. Pimpinan DPR harus meminta nama pada partai politik asal pimpinan tersebut melalui fraksi. Lalu partai politik mellaui fraksi akan menyerahkan nama yang dipilih pada pimpinan DPR, untuk dibacakan dalam paripurna sekaligus dilanjutkan dengan pelantikan.

Sebenarnya pengiriman surat dari fraksi kepada pimpinan DPR soal pergantian ketua DPR sudah tepat. Namun surat ini ternyata ada banyak, tidak hanya dari ketua fraksi Robert Kardinal saja melainkan juga dari wakil ketua fraksi Ganinduto dan bersama sekretaris fraksi Agus Gumiwang. Surat Robert berisi penunjukkan Aziz, sementara surat Ganinduto meminta penundaan penunjukan ketua DPR karena menunggu proses Munaslub.

Ketua fraksi berdalih, hanya menjalankan tugas. “Ya kan ada surat masuk, saya tegak lurus saja menjalankan perintah. Kalau tidak begitu (jalankan perintah Setnov) bagaimana kita mau berpartai?” ujar ketua fraksi Golkar Robert Kardinal.

Enggan berpolemik dan mengikuti arus, Aziz Syamsuddin mengaku tak ambil pusing dengan gencarnya suara penolakan terhadap dirinya. “Ah ya gapapa, namanya juga hidup. Saya akan ikut keputusan partai, kan saya orang partai, saya loyal,” ujar Aziz tenang.

Tak bulatnya suara fraksi Golkar, membuat surat penunjukan Aziz Syamsuddin batal dibacakan di paripurna. Paripurna hanya membacakan persetujuan atas surat pengunduran diri Setya Novanto dan berujung pada penetapan Fadli Zon sebagai PLT ketua DPR. Golkar diharapkan telah sepakat menunjuk pengganti Setnov di DPR pada masa sidang berikutnya yaitu 9 Januari 2018.

Mengemban tugas PLT Ketua DPR adalah yang kedua kalinya bagi Fadli Zon. Sebelumnya Desember 2015, politisi asal fraksi gerindra ini menjadi PLT Ketua DPR karena Setya Novanto mundur dari jabatan Ketua DPR akibat terkena aksus pelanggaran kode etik, diduga mencatut nama presiden dan wakil presiden untuk mendapatkan saham freeport.

Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia menilai, surat penunjukkan Aziz oleh Setya Novanto sebagai upaya dan strategi Novanto mempertahankan posisi. Aziz merupakan rekannya di Golkar, di sisi lain mereka juga dekat dengan ketua Dewan Pembina Golkar Aburizal Bakrie, yang turut membubuhkan tanda tangan.

Di saat DPR menunggu Golkar memberikan nama pada pembukaan masa sidang berikutnya, Golkar telah menentukan ketua barunya yaitu Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Dalam waktu dekat, Golkar akan menyelenggarakan Rapat Pimpinan Nasional dan Munas Luar Biasa pada 18-20 Desember 2017.

Kini mau tidak mau Golkar tidak hanya harus segera berbenah diri menentukan pimpinan definitif, karena pesta demokrasi rakyat sudah di depan mata. Belum lagi elektabilitas golkar yang terus tergerus ketika sang ketua terus diusik dengan kasus.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s