Keseruan Liputan Jokowi Mantu

Cuaca cukup cerah untuk memulai hari. Hari itu Senin 6 November 2017 saya bersama 12 rekan kerja lainnya dari Metro TV Jakarta tiba di Bandara Adi Soemarmo. Bandara yang saya pikir berada di Solo ternyata masuk daerah Boyolali.

Kami diberi tugas untuk meliput hajatan besar Presiden Joko Widodo. Ini tidak berkaitan dengan politik, melainkan sangat personal. Presiden Joko Widodo akan menikahkan putri semata wayangnya, Kahiyang Ayu dengan seorang anak mantan Direktur Utama PTPN, Bobby Afif Nasution.

Saat di bandara, Field Producer kami, Anton Masakke, meminta saya mewawancarai Kapolri Jenderal Tito Karnavian, yang katanya baru saja tiba di bandara. Ah! Padahal saya sudah membayangkan rebahan di kasur hotel sejenak. Tapi apa daya. Ketika tiba di ruangan VIP, sejumlah polisi dari Polda Jawa Tengah mengatakan Kapolri belum tiba. Hanya ada Kakorlantas Royke Lumowa, tetapi mereka menyarankan kami ke NTMC Surakarta saja. Rencananya, Kapolri akan mengadakan rapat kordinasi disana. Setelah menunggu selama 15 menit, akhirnya kami pun realistis saja. Lagipula perut sedang tidak ingin bekerjasama. Ia meronta ingin diisi Timlo khas Solo.

Wawancara Eksklusif Kapolri Jenderal Tito Karnavian
Setelah makan siang, kami meluncur ke NTMC/Satlantas Polresta Surakarta. Berbeda dengan di Jakarta, ternyata disana sepi sekali. Biasanya kalau di Jakarta, agenda Kapolri pasti ramai wartawan. Eh tapi bisa saja ya para wartawan tersedot di Gedung Graha Saba Buana. Setelah menunggu setengah jam (iya, kerjaan wartawan emang nunggu), akhirnya yang ditunggu tiba.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian bersama Kakorlantas Polri Irjen Pol Royke Lumowa dan Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono. Seorang ajudan meminta saya keluar ruangan karena rapat disebut “internal”. Bukannya keluar, saya justru memberi kode pada cameran person saya, Engkong Nasrulloh untuk mengambil gambar sebanyak-banyaknya sebelum ia diusir. Ngkong langsung melesat ke depan sementara saya di belakang menjaga tripod sembari menunggu diusir kedua atau ketiga kalinya. Pokoknya nunggu diusir sampe 3 kali baru keluar (prinsip).

Dari luar, presentasi Pak Condro masih terlihat. Pintu ruangan yang terbuat dari kaca membuat saya masih bisa curi-curi foto layar presentasi. Tapi tampaknya ajudan masih tidak terima saya bisa melihatnya, maka badannya yang besar pun langsung menutupi kaca. Ah!

Rapat akhirnya selesai, Kapolri keluar ruangan. Saya ragu sekali mau wawancara. Soalnya biasanya Kapolri tidak mau diwawancara kalau wartawannya sedikit, apalagi hanya seonggok Nadia Atmaji. Ah masak sudah mau 3 tahun jadi wartawan masih aja malu-malu. Meski penuh syak wasangka, akhirnya saya beranikan diri bertanya “bagaimana pak hasil rapat tadi?” tak disangka Kapolri menjawabnya dengan panjang lebar. Saya pikir ini adalah saat yang tepat untuk membuat liputan Live on Tape, maka saya langsung merubah posisi saya yang tadinya persis di depan Pak Tito, menjadi di sampingnya.

Ternyata gesture tubuh ini belum dimengerti oleh Ngkong Anas. Begitu saya berterimakasih atas wawancara tadi, Ngkong Anas bergerak mundur dan mematikan rekaman. Tapi begitu saya ngomong panjang dan Pak Tito belum beranjak dari tempatnya (karena menunggu saya selesai ngomong) baru deh Ngkong Anas nge-record lagi. Untung aja ada teknologi editing. Jadi saya masih bisa bikin opening, ngedit wawancara yang panjang dan closing yang ngadat haha. Pheww…

Video: Kapolri: Persiapan Pengamanan Pernikahan Kahiyang-Bobby Sudah Matang

Karena ini merupakan hajatan yang sangat menjadi sorotan, maka tiap program news buletin pun meminta live. Termasuk Prime Time News.

Video: Luhut Koreksi Penataan Alur Tamu Resepsi Kahiyang-Bobby

Siraman Bobby yang Tertutup
Rangkaian prosesi adat pernikahan Kahiyang-Bobby diawali dengan adat siraman. Saya kebagian jagain tempat Bobby di Hotel Alila. Sayang sekali siraman ini berlangsung tertutup. Tidak ada awak media yang diperbolehkan masuk ke dalam hotel. Namun ketika pukul 10, tepat 1 jam setelah siraman dimulai, stasiun televisi SCTV menayangkan video amatir siraman Bobby. Waduh, kok bisa ya? Padahal reporternya, di bawah terus sama saya jagain lobby.

Langsung saya teringat kejadian pagi tadi, saat seorang paspampres membuka mobil Hi Ace tanpa logo yang mengantarkan saya ke lobby hotel. Ia berkata “Mbak, tamu ya? Silahkan.” Lalu bodohnya, saya justru mengatakan, “nggak, mas, mau liputan”. Padahal saat itu saya menggunakan kebaya kutu baru warna hijau, lengkap dengan kain jarik, dan berkonde. Plus… Saya siapa sih? Cuma seonggok Nadia Atmaji. Weleeh sopo sing kenal kowe nduuk. Harusnya saya bisa saja ngaku-ngaku tamu ya tho? Kalau kata orang Jawa, itu seharian saya nggrundel, mangkel, menyesali kenapa ndak nekat saja.

Untuk menebus rasa bersalah, akhirnya saya mengeksploitasi objek yang pasrah yakni kereta kuda Bobby yang lagi standby mau live. Eh standby mau gladi bersih…

Video: Bobby Nasution Selesai Jalani Prosesi Siraman

Video: Ini Kereta yang akan Digunakan dalam Kirab Pernikahan Kahiyang Bobby

Akad Hingga Resepsi: Hari yang Panjang

jokowi mantu

Tibalah hari yang ditunggu-tunggu oleh Kahiyang-Bobby. AKAD! Puncak dari segala rangkaian pernikahan, ketika mereka akhirnya halal. Ciyeee. Tidak hanya Kahiyang-Bobby yang heboh, para pewarta pun heboh. Apalagi yang wanita, memulai hari sejak pagi-pagi buta. Ada yang jam 4 sudah nyasak rambutnya, bahkan ada yang dari jam 2 udah paripurna. Saya sendiri sudah harus live pukul 5.45 pagi di program Metro Pagi Prime Time.

Saya mendapat tugas menunggu di Hotel Alila lagi. Kick-off Live Event Jokowi Mantu dimulai pukul 07.00 pagi dan semua reporter dan presenter live dari titik-nya masing-masing. Setelah Bobby keluar dengan kereta kencana, sudah tidak ada lagi momen yang ditunggu disana. Maka akhirnya, saya pun mewawancarai masyarakat sekitar yang sengaja datang untuk melihat arak-arakan.

Setelah arak-arakan selesai, saya bergeser ke Gedung Graha Saba Buana. Ketika mampir ke mobil satelit, ternyata kereta kencana Kahiyang sedang terparkir disana. Lagi-lagi, gabisa liat objek menarik diam, saya bikin liputan, kali ini ditambah dengan wawancara seorang Masngabei yaitu Prasetyo Mudjiono. Ia tidak tiba-tiba dipilih menjadi kusir yang membawa kereta Kahiyang. Ia telah beberapa kali membawa Presiden Joko Widodo dengan kereta kuda, bahkan sejak masih menjadi Walikota.

Video: Cerita di Balik Kereta Kencana Kahiyang

Tak lama, saya sudah harus standby di segmen 18 live event, yaitu tentang suasana di luar gedung. Meski tidak menyaksikan akad dan resepsi secara langsung, ternyata relawan Jokowi tetap antusias menunggu di luar. Disini saya belajar untuk membawakan live yang luwes dan tidak kaku.

Video: Relawan Jokowi Antusias Saksikan Pernikahan Kahiyang Bobby

Resepsi pagi dan siang yang dijadwalkan selesai jam 13.00 ternyata molor hingga 15.00. Bagaimana tidak, tamu harus mengantri hingga 1 jam untuk bisa bersalaman. Yang membuat lama, saat salaman itu ternyata banyak yang minta selfie dan kebanyakan diladeni sama Pak Jokowi dan mantennya. Sedangkan tamunya saat itu lebih dari 3000 orang. Hmm..

Video: Antrean Tamu Pernikahan Kahiyang-Bobby Hingga 200 Meter

Setelah live report, saya melihat grup Whatsapp keluarga. Ibu saya bertanya “Dek, salaman gak sama Pak Jokowi dan mantennya? Ayo dek, kapan lagi…” saya kontan menjawab “Waduh susah bu kayaknya”. Tapi saya mengingat rasanya nggrundel pas siraman kemarin. Jadilah saya beranikan diri untuk ikut mengantre di barisan. Saya pede aja ngomong pake bahasa Jawa alus campur ngoko, ke ibu yang senyumin saya “bu, kulo melu nggih” (bu saya ikut antri sama ibu ya) hahaha entahlah itu grammar nya pasti nggak lulus. Tapi untung aja ibunya paham dan kita jadi ngobrol. Ternyata si ibu adalah pemilik Bakmi Bu Citro yang merupakan langganan keluarga Jokowi… Alhamdulillah sempat selfie meski ditegur ajudan. Phewww…

selfie kahiyang bobby

Siang berganti malam, suasana semakin ramai. Antriannya lebih heboh lagi ternyata. Acara yang dijadwalkan selesai jam 21.30 baru selesai banget jam 23.00. Tapi satu hal yang saya apresiasi, Presiden Joko Widodo mau menyalami seluruh tamu yang datang, itu sesuatu banget sih. Selamat atas pesta rakyat yang sukses pak. Semoga Mba Ayang dan Mas Bobby langgeng. Tapi sebelumnya, semoga acara di Medan juga sukses! 😀

Video: Sejumlah Tokoh Mulai Berdatangan di Resepsi Malam Kahiyang-Bobby

Video: Relawan Jokowi dari Australia Hadiri Pernikahan Kahiyang-Bobby

Video: Doa Titiek Puspa untuk Kahiyang-Bobby

Ngevlog dengan Eyang Noto

Eyang Sujiatmi Notomihardjo atau Eyang Noto yang merupakan ibunda Presiden Joko Widodo dan eyang Kahiyang, sempat dicari oleh warganet. Saya beruntung sempat menemuinya. Eyang Noto mengatakan ia mempunyai doa untuk Kahiyang dan Bobby yang ia rahasiakan. Nampaknya Eyang Noto punya doa yang sangat spesial.

Video: Harapan Ibunda Jokowi untuk Kahiyang-Bobby

Ditulis di Jakarta,

13 November 2017

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s