Tips Road Trip di Pulau Selatan Selandia Baru

Hi, passionate people!

Alhamdulillah, saya baru saja kembali dari sebuah perjalanan. Bener-bener bersyukur bisa kembali dengan selamat dan utuh. Baca sampe bawah deh buat tahu kenapaa. Hihi.

Pada wisata di Pulau Selatan Selandia Baru kali ini, saya bersama ibu (@endangatmaji), kakak (@nisa12) dan kakak ipar (@faisznahd) memutuskan untuk tidak mengikuti agen tur. Hal ini sudah pernah kami lakukan. Bedanya, kali ini kami sepenuhnya road trip alias perjalanan darat dengan mobil.

road trip di makarora
Makarora

Dalam satu kalimat, perjalanan ini adalah: “sedikit-sedikit berhenti, sedikit sedikit foto”. Ibarat manusia, negara Kiwi ini sungguh photogenic.

queenstown.jpeg
Lake Wakatipu dikelilingi pegunungan The Remarkables

Bagaimana tidak? Sepanjang mata memandang adalah hamparan gunung yang memukau. Ada yang berselimut putih, ada yang seperti dipercik salju dari langit.

gunung salju.jpeg

Uniknya, pemandangan ini dialasi rerumputan kekuningan. Seakan ada dua musim dalam satu bingkai: musim dingin dan semi.

the atmajis
Mount Cook

Kami pergi pada bulan Agustus yang merupakan bulan terakhir musim salju. Ya, musim disini kebalikan dari negara-negara empat musim di belahan bumi utara yang sedang musim panas.

Kami memilih Pulau Selatan karena banyak wisata alamnya. Memulai petualangan dari Queenstown, kami langsung ke tempat wisata paling terkenal di Selandia Baru yaitu Milford Sound, and then all the way up to Mount Aoraki / Cook. Infrastruktur di Selandia Baru sangat baik. Jalanan sangat mulus dengan papan arah yang jelas dengan tidak banyak jalan bercabang. Mereka pun juga menyediakan tempat khusus untuk wisatawan berhenti dan mengambil foto.

fay
Mas Fais, si driver dan fotografer
waikata
Pegunungan di Waitaki District saat menuju Aoraki / Mount Cook

Sungguh perjalanan yang sangat menyegarkan mata dan jiwa. Setiap detik rasanya ingin mengabadikan keindahan alam yang sayang untuk dilewatkan. Kalau tidak ingat memori kamera dan HP itu fana—rasanya ingin sekali memasukkan apa yang saya lihat dalam satu chip agar suatu saat bisa diputar kembali di otak sehingga rasanya persis.

Di negeri yang lebih banyak domba daripada manusia ini, tiap harinya suhu udara di kisaran 3-7 derajat. Sebagai manusia yang sehari-hari hidup di negeri tropis dengan dua musim yaitu hujan dan panas, hal ini adalah sebuah tantangan. Terutama dari segi berpakaian. Nanti saya buat dalam satu artikel sendiri, ya!

Fakta unik lainnya, pemerintah Selandia Baru sangat memperhatikan suku asli di negara itu. Seringkali nama sebuah daerah menggunakan bahasa Maori, bahasa orisinil. Misalnya Selandia Baru dalam bahasa Maori adalah Aotearoa. Hal ini berbeda dengan Australia yang sepenuhnya menggunakan bahasa Inggris dan kurang memperhatikan kaum aboriginal yang merupakan warga asli Australia.

domba NZ
Domba pose di depan penginapan kami di Perivale Farm Cottage

Nah, seperti inilah rencana perjalanan kami dalam 5 hari yang terasa sangat singkat.

Hari 1 : Lake Moke, Lake Hayes, menikmati suasana kota Queenstown (menginap di depan Lake Wakatipu)

Hari 2 : Lake Wakatipu, Monkey Creek Fiordland National Park, Milford Sound (menginap di Te Anau)

Hari 3 : Lake Wanaka, Mount Aspiring (menginap di Perivale Farm Cottage)

Hari 4 : Fox Glacier (menginap di Makarora)

Hari 5 : Mount Cook National Park, Skyline (menginap di Queenstown)

Hari 6 : pulang dengan durasi flight 10 jam

Ada beberapa hal yang perlu disiapkan agar bisa mencapai apa yang telah direncanakan.

1. Pilih mobil sesuai kebutuhan

Kami memilih mobil Toyota Corolla Hatchback karena sesuai dengan jumlah peserta perjalanan (4 orang). Sesuaikan juga dengan koper yang dibawa ya. Bagasi mobil kami bisa memuat 1 koper besar, 2 koper kecil dan 1 Country Road carry-all tote bag. Sementara di tengah, bisa memuat 2 ransel casual, dan 1 tas bekal. Kalau anda berencana untuk menyetir bergantian, pastikan mereka yang akan menyetir ini semuanya registrasi. Karena kalau anda ketahuan nyetir tanpa registrasi di tempat sewa, anda bisa kena denda $400. Biaya sewa perhari saja sudah $331 (termasuk asuransi dan rantai ban), apalagi kalau harus bayar denda. Ah, no thanks! Saat perjalanan kami kemarin, hanya Mas Fais saja yang nyetir. Thanks Mas you’re the beest.

car rent

2. Isi bahan bakar sebelum melakukan perjalanan jauh

Ini penting untuk dilakukan karena sebagian besar perjalanan ini memakan waktu 3-4 jam dan anda tentu tidak ingin mogok di jalan. Selain itu, harga bensin akan lebih tinggi jika kita mengisi di jalan yang sepi. Harga bensin di kota sendiri adalah $1.949. Setiap harinya biaya beli bensin $50.

jalan

3. Siapkan perlengkapan elektronik pendukung utama

Smartphone dengan aplikasi peta dan pengarah jalan sangat penting dalam road trip. Berkaca pada pengalaman kemarin, kami benar-benar bergantung pada Google Maps. Pada sebagian besar perjalanan, bersiaplah anda akan terputus dari dunia maya karena tidak ada sinyal di gunung. OH NO!

Agar tidak tersesat, cari arah ke tempat tujuan saat ada koneksi internet di penginapan. Lalu, usahakan HP selalu standby dan tidak dikeluarkan dari aplikasi agar moda offline membuat direksi itu tetap bekerja, meski tidak ada koneksi.

Untuk yang duduk di depan, anda harus dampingi driver dengan menjadi navigator. Terimakasih Kakak Annisa sudah menjadi pengarah yang andal. Oh iya untuk internet, jangan lupa ganti sim card setempat. Saya menggunakan Vodafone $29 untuk sebulan, dengan kuota internet 1 GB. Saya sarankan belinya  di bandara saja saat tiba.

4. Tiba di penginapan sebelum gelap

Seringkali kami tiba di Air BnB di atas pukul 8 malam. Artinya, ada beberapa jam dimana kami road trip dalam gelap karena saat musim salju, matahari pergi lebih cepat. Deg-deg ser rasanya. Bagaimana kalau nyasar? Pada malam ke empat, kekhawatiran pun terjadi. Kami nyasar dalam gelap, dan tanpa sinyal. Lengkap kan?

gelap
Menjelang malam, terasa sangat mencekam

Seharusnya kami menginap di Air BnB Wild Earth Lodge. Saat itu Google Maps mengatakan dengan percaya diri dan lantang “you have arrived”. Artinyaa, kami sudah tiba di destinasi. Namun di kanan kiri kami tidak terlihat rumah. Lebih tepatnya, tidak ada tanda-tanda kehidupan. Hanya semak-semak dan pagar kawat, membentengi lapangan yang luas.

Kami pun memutuskan untuk terus melaju, dengan keyakinan menemukan pusat kota dan bertemu manusia untuk bertanya.

Sayangnya, setelah berjalan 4 kilometer, tetap tidak terendus aroma kehidupan. Malah suasana makin mencekam. Panik? Ya! Akhirnya kami memutuskan untuk putar balik, dengan harapan Google Maps bisa menunjukkan tujuan yang lebih akurat.

Ibu pun meminta kami membaca dzikir dalam hati. Ketika kembali ke titik semula, saya menemukan plang kayu bertuliskan E..ARTH ah!!! WILD EARTH LODGE!! Alhamdulillah ya Allah kami tidak jadi tidur di mobil. Supaya perjalanan anda lebih lancar dan tidak mengalami hal ini, menyetir dalam terang adalah pilihan yang lebih bijak.

wild.jpg

5. Belanja di supermarket

Makan di restoran adalah hal yang saya gemari namun bukan untuk setiap hari. Untuk mengempiskan pengeluaran, anda harus memasak di penginapan. Artinya, belanja! Mampir lah ke supermarket untuk membeli bahan makanan. Menu favorit kami adalah ayam, sosis, kentang, jamur, udang, yoghurt, susu, healthy bar dan salad. Dalam sekali belanja, pengeluaran kami sekitar $50-60.

belanja
Belanja di Queenstown

Belanjaan ini bisa untuk kami berempat makan 2 hari. Artinya tiap makan $6.25. Sementara harga 1 porsi makanan di restoran adalah sekitar $15-$30. Selain hemat, masakan ibu selalu yang terbaik! *pereus* *bu, beliin tas baru dong*

makan.jpeg
Masakan ibu selalu enak!

6. Menginap di Air BnB

Setelah perjalanan panjang, tentu kita ingin beristirahat di tempat yang nyaman. Air BnB yang tepat bisa menyajikan hal tersebut dengan harga yang lebih murah dari hotel. Selain itu, anda juga jadi bisa merasakan tinggal disana ala warga setempat.

air bnb
Penginapan di Te Anau
air bnb2
Penginapan di Makarora, my favorite

7. Bawa bekal makanan dan flashdisk berisi lagu favorit untuk isi kebosanan di mobil

Dari satu titik ke titik lain, biasanya perjalanan memakan waktu 3 jam. Meskipun pemandangan sangat mengagumkan, akan ada momen kebosanan dan kelaparan menyergap. Mengunyah adalah salah satu hal yang bisa menyelamatkan! Selain makanan yang dimakan 3x sehari, bawalah bekal untuk nyemil. Kami membawa mie instan khas Indonesia dalam tempat bekal. Selain itu bawa snack keripik lucu yang dibeli di supermarket. Bawa botol minum juga ya, kamu bisa mengisinya dengan air minum dimana-mana. Selain itu adalah salah dua opsi membangkitkan gelora, yakni mendengarkan lagu favorit dengan up-beat.

Mencapai semua yang direncanakan memang kondisi yang ideal dan akan terasa menyenangkan. Tapi ingat, kita juga harus menyesuaikan dengan keadaan fisik dan cuaca. Rencana kami pun tidak tercapai seluruhnya. Ada perubahan di setiap harinya kecuali hari ke-4.

Di hari pertama kami terlalu lelah untuk berjalan-jalan di danau Hayes dan Moke dan karena hujan. Kami kemudian hanya menikmati pemandangan Lake Wakatipu yang berada tepat di depan penginapan kami kemudian makan malam di pusat kota. Pada hari kedua, kami tidak eksplor Lake Wakatipu karena harus mengejar tur kapal di Milford Sound. Pada hari ketiga kami tidak ke Mount Aspiring karena terlalu lama di Lake Wanaka. Sementara pada hari kelima kami terlalu menikmati Mount Aoraki atau Mount Cook sehingga tidak bisa keburu untuk ke Skyline yang tutup sore hari.

Selain menikmati perjalanan yang menyenangkan, saya juga belajar banyak pelajaran hidup. Jadilah peserta perjalanan yang kontributif. Ketika menemui masalah, harus lapang dada dan jangan cepat emosi. Temukan inti masalah dan selalu ada solusi. Jangan egois dan saling menjaga satu sama lain.

All in all, it was one of the most memorable moments ever. Bagi kalian yang menyukai alam, perjalanan ini harus anda coba. Sementara jika anda lebih suka tempat yang ramai dan kota yang modern, lokasi wisata ini tidak sesuai untuk anda. Terlalu sepi. Jumlah penduduk satu negara ini hanya 4 juta saja! Kurang dari setengah jumlah penduduk di Jakarta.

kota wanaka
Pusat kota Wanaka yang sepi

Selamat berkelana,

Nadia Atmaji

2 comments

  1. Hai mbak …
    Saya rencana July nanti mau ke Pulau Selatan NZ.Mau nanya kemarin pergi bulan Agustus menyetir nya aman ga.Kan masih musim dingin disana?

    Makasih
    Clara

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s